PHP Array

Array adalah kumpulan beberapa data yang disimpan dalam satu variabel. Jadi, berbeda dengan variabel yang dideklarasikan hanya untuk menyimpan satu nilai, array dapat menampung lebih dari satu nilai.

Tiap nilai dalam array (disebut elemen) diakses dengan menggunakan index. PHP mengenal dua macam array, yaitu array numerik (numerical arrays) dan array asosiatif (associative arrays). Array numerik menggunakan angka untuk menandai tiap elemen, sedangkan array asosiatif ditunjukkan dengan nama untuk masing-masing elemen.

Script array.php

<html>
<head>
<title>Array</title>
</head>
<body>
<?php
echo "Contoh Array numerik: <br> \n";
$a = array(1,2,3,4);
echo ""Nilai indeks ke 0 -> ".$a[0]."<br> \n";
echo ""Nilai indeks ke 1 -> ".$a[1]."<br> \n";
echo ""Nilai indeks ke 2 -> ".$a[2]."<br> \n";
echo ""Nilai indeks ke 3 -> ".$a[3]."<br> \n";
echo "Contoh Array Asosiatif: <br> \n";
$b = array("nama"=>"agus","umur"=>17);
echo "Nama : ".$b['nama']."<br> \n";
echo "Usia : ".$b['umur']."<br> \n";
?>
</body>
</html>

Pada script di atas, untuk mendefinisikan sebuah variabel array numerik $a dengan nilai 1, 2, 3, dan 4, cara penulisannya adalah $a = array (1,2,3,4). Kemudian untuk menggunakan array numerik $a tersebut, cara penulisannya adalah $a[nomor_index]. Untuk nomor index dimulai dari 0. Sedangkan untuk mendefinisikan variabel array asosiatif $b dengan nilai nama = agus, umur = 17, maka cara penulisannya adalah $b = array(“nama”=>”agus”,”umur”=>17). Untuk menggunakan array asosiatif tidak digunakan angka, tetapi digunakan nama untuk masing-masing elemennya, $b[‘nama’].

Jika script array.php dijalankan melalui web browser maka akan menghasilkan keluaran

Contoh Array Numerik
Nilai indeks ke 0 -> 1
Nilai indeks ke 1 -> 2
Nilai indeks ke 2 -> 3
Nilai indeks ke 3 -> 4
Contoh Array Asosiatif
Nama : agus
Usia : 17

Abstraksi

Abstraksi adalah suatu cara di mana kita melihat suatu objek dalam bentuk yang lebih sederhana. Sebagai contohnya, Anda tidak melihat mobil sebagai sekumpulan atau ribuan komponen elektronik, mekanik dengan 4 buah ban, besi, jok, stir kemudi, dan lain sebagainya yang dibuat sedemikian rupa sehingga dinamakan mobil. Walaupun kenyataannya demikian, namun Anda melihat mobil sebagai suatu entitas yang mempunyai sifat dan karakteristik tersendiri. Dengan pemikiran seperti ini, kita dapat mengendarai mobil tanpa perlu memikirkan betapa rumitnya komponen yang menyusun sistem mobil itu sendiri. Memang pada kenyataannya, jika hanya ingin mengendarai mobil tersebut, kita tidak perlu mengetahui betapa kompleksnya mobil itu. Kita tidak perlu mengetahui bagaimana cara kerja mesin, mulai dari pencampuran bahan bakar dan oksigen menjadi energi atau sistem transmisi dalam mobil bekerja, serta bagaimana cara rem bekerja sehingga kita dapat menggunakannya untuk menghentikan mobil yang sedang bergerak. Dengan demikian Anda tidak melihat bagian-bagian dalam sebuah mobil sebagai suatu bagian yang berdiri sendiri-sendiri, tetapi melihat dan menggunakannya sebagai suatu satu kesatuan.

Dengan abstraksi, kita juga dapat melihat suatu sistem yang kompleks sebagai kumpulan subsistem yang lebih sederhana. Seperti halnya mobil merupakan suatu sistem yang sebenarnya terdiri atas berbagai subsistem, seperti subsistem pengapian, subsistem kemudi, subsistem pengereman dan lain sebagainya. Dari sini kita melihat bahwa subsistem-subsistem tersebut masing-masing memiliki sifat dan karakteristik yang unik, namun saling berinteraksi dan bekerja sama menjadi satu kesatuan yang dikenal sebagai suatu entitas, yaitu mobil.

Pemahaman terhadap objek-objek di sekitar kita inilah yang akan mendasari pemahaman akan OOP (object oriented programming) atau pemrograman berorientasi objek. Yang paling penting adalah bagaimana mentransformasikan apa yang diketahui tentang suatu objek menjadi suatu program.

Aspek-Aspek Keamanan Komputer

Keamanan komputer meliputi beberapa aspek diantaranya:

  1. Authentication: agar penerima informasi dapat memastikan keaslian pesan tersebut datang dari orang yang dimintai informasi. Dengan kata lain, informasi tersebut benar-benar dari orang yang dikehendaki.
  2. Integrity: keaslian pesan yang dikirim melalui sebuah jaringan dan dapat dipastikan bahwa informasi yang dikirim tidak dimodifikasi oleh orang yang tidak berhak dalam perjalanan informasi tersebut.
  3. Nonrepudiation: merupakan hal yang bersangkutan dengan si pengirim. Si pengirim tidak dapat mengelak bahwa dialah yang mengirim informasi tersebut.
  4. Authority: Informasi yang berada pada system jaringan tidak dapat dimodifikasi oleh pihak yang tidak berhak atas akses tersebut.
  5. Confidentiality: merupakan usaha untuk menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses. Confidentiality biasanya berhubungan dengan informasi yang diberikan kepada pihak lain.
  6. Privacy: merupakan lebih ke arah data-data yang bersifat privat (pribadi).
  7. Availability: aspek availability atau ketersediaan berhubungan dengan ketersediaan informasi ketika dibutuhkan. Sistem informasi yang diserang atau dijebol dapat menghambat atau meniadakan akses ke informasi.
  8. Access control: aspek ini berhubungan dengan cara pengaturan akses kepada informasi. Hal itu biasanya berhubungan dengan authentication dan juga privacy. Access control seringkali dilakukan dengan menggunakan kombinasi user id dan password atau dengan menggunakan mekanisme lainnya.

Konsep Dasar Sistem Informasi

Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen di dalam pengambilan keputusan. Informasi dapat diperoleh dari sistem informasi (information systems) atau disebut juga dengan processing systems atau information processing systems atau information-generating systems. Sistem informasi didefinisikan oleh Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis sebagai berikut:

sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

 

Komponen Sistem Informasi

John Burch dan Gary Grudnitski mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebutnya dengan istilah blok bangunan (building block), yaitu blok masukan (input block), blok model (model block), blok keluaran (output block), blok teknologi (technology block), blok basis data (database bllock) dan blok kendali (controls block). Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut masing-masing saling berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya.